Sabtu, 11 Januari 2020

Kisah Kasih Perjalanan Ke Gunung Semeru



Pendakian akan selalu terkenang jika diceritakan dan diabadikan melalui tulisan. Dari banyak pengalaman yang telah saya dapatkan selama saya mendaki gunung dari mulai Gunung Guntur, Gunung Papandayan, Gunung Cikuray, Gunung Ciremai, Gunung Slamet dan Gunung Semeru.

Semua perjalanan mempunyai cerita tersendiri dan pengalaman yang berbeda. Saya akan menceritakan sedikit pengalaman waktu mendaki ke gunung Semeru.    Siapa sih yang tidak tau dengan Gunung Semeru? Gunung Semeru sangat popular bagi kalangan pendaki dan pecinta alam secara khusus, bahkan mereka yang belum pernah mendaki ke gunung Semeru pun sangat terkesima dengan keindahannya sehingga ingin sekali merasakan sensasi ketika mendaki gunung semeru.

Gunung Semeru yang terletak di kedua wilayah Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang. Provinsi Jawa Timur. Gunung ini termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Saya pergi ke Gunung Semeru tidak sendirian namun berlima di temani kawan-kawan seperjuangan ketika masih berada di bangku sekolah tepatnya kelas 12, bersama Muhammad Ilyas, Putra Naufal Prayoga, Agus Zaenal Muttaqien dan Fauzan Muttaqin.

Alasan pergi ke gunung Semeru kami mempunyai cita-cita bersama dan tekad yang kuat ketika menduduki kelas 10 untuk pergi ke gunung Semeru. Karna apa, tersebab gunung Semeru pencapaian terakhir  pendakian ketika masih berada di bangku sekolah sebelum perpisahan kelas dua belas. Juga terinspirasi dari film 5CM.



Sederhana pemberangkatan singkatnya. Kami berangkat pada tanggal 26 April 2018 dari Garut menuju Tasik, dari Tasik naik kereta ke Surabaya lalu dari Surabaya kami naik mobil Taksi untuk pergi ke terminal. Sesudah sampai ke terminal Surabaya kami melanjutkan perjalanan ke kota malang, sesudahnya sampai di kota malang kami sewa mobil Jeep untuk pergi ke Bascamp Bromo Tengger Semeru.

Perjalanan pun dimulai. Semua sudah mulai beranjak dari tempat istirahat masing-masing. Akan tetapi prosedur pendakian memberlakukan saya dan yang lainnya untuk kumpul terlebih dahulu bersama para pengurus Basecamp. Kami pun dibriefing disana akan pentingnya sebuah aturan di dalam perjalanan pendakian.


Setelah usai, akhirnya saya dan teman-teman melangkahkan langkah pertama menuju gunung impian yang memiliki puncak dengan semboyan “puncaknya para dewa”. Dinamakan seperti itu, karna memiliki history bahwa hanya para dewalah yang mampu berdiri gagah di puncak tersebut.

Dalam perjalanan kami merasa sangat bahagia karna impian ini sedang dalam proses pencapaian. Bagaimana tidak bahagia, impian ini sudah sangat dipikirkan dari semenjak sebuah film yang berlatar sama dengan perjalanan ini booming yang membuat kami terinspirasi.

Di tengah perjalanan kami dikejutkan dengan pesona puncak yang begitu kokoh berdiri tegak dengan gagahnya.

Melihatnya seperti itu, membuat kami penuh dengan semangat dalam melangkah. Hati riang mempengaruhi bibir tersenyum ketika dari kejauhan terlihat pantulan cahaya dari sebuah danau yang indah, ternyata Ranukumbolo yang asli lebih menakjubkan ketimbang Ranukumbolo yang ada di balik layar (google).




Berteduh santai kamipun terlelap di dasaran Syurganya Gunung Semeru itu. Tenda didirikan, makanan dihidangkan dan kopi yang diseduhkan, membuat kami terlarut dalam kebahagiaan. Tak terasa kopipun mendingin, namun canda tawa semakin menghangatkan kami. 

Setengah jam sudah kami lalui saat nya melanjutkan kembali perjalanan menuju puncak.Waktu menunjukkan jam 23.00, kami pun melanjutkan perjalanan langsung ke puncak Mahameru. Tempat tertinggi di pulau Jawa ini.

Bertemankan gelap, suhu dingin dan suara merdu burung, si sang duta suara yg turut mengiringi perjalanan renyah kami. Tawa dan canda tidak surut mengudara. Rasa curiga, takut, selalu hadir pada tiap masing-masing kami. 

Mengapa? Karena sebelum memulai mendaki kami briefing di Volunteer, dan diberi tahu bahwa di gunung indah ini terdapat salah satu jenis harimau buas. Semua gelap, pohon-pohon, Verbena Brasiliensis pun tidak terlihat indah seperti di poto-poto yg sering dipamerkan oleh para selebgram-selebgram pendaki. Gelap dan dingin. Itu saja yang kami rasa.

Sesampainya di Kalimati, tempat terakhir yang diperbolehkan membawa Carrier, tempat terakhir yg dihadiri pepohonan dan beberapa jumput rumput atau “batas vegetasi” biasa para pendaki menyebutnya. Kami pun beristirahat sejenak. Menikmati hangatnya susu jahe bersama rombongan lain, duduk melingkar mengitari api unggun. 2 jam berlalu. Kami pun bersiap, menakluki tempat tertinggi ini. Jalan mulai terjal. Medan semakin lama semakin tajam kemiringannya. Tapi tetap, hal-hal itu tidak menyurutkan semangat dan tekad kami.

Semankin lama abu vulkanik semakin terasa tercium tajam. Berbanding lurus dgn tenaga pada masing-masing kami berkurang. Batas vegetasi, yang sudah lama kami lewati sudah mulai  menjauh. Yang berarti puncak yg menjadi tujuan kami berangkat dari tempat asal kami, semakin mendekat.

Tanda-tanda kehabisan tenaga pun mulai terasa. Istirahat yg terlalu intens mewakili jawaban; bahwa tenaga pada masing-maisng kami mulai hilang. Parahnya, semakin menuju puncak, semakin kacau pola perjalanan kami. Berjalan yang hanya 5 menit, dan istirahat lebih dari 5 menit. Dan yg lebih parahnya, istirahat diantara kami, satu dua diantaranya ada yg selalu tertidur. 


Satu diantara kami sudah ada yg memberikan usul; untuk membatalkan misi besar ini, lalu pulang menyerah. Menimbang, satu diantara kami ada yg memiliki penyakit asma, yg mulai kambuh, dan dikhawatirkan berakibat fatal kedepannya. ditambah banyak juga pendaki lain yang gagal “muncak”.

Tanpa berkompromi, satu diantara kami turun sendiri dan mengajak saya untuk ikut dengannya. Tiga lain diatasnya masih kebingungan, dan berkompromi. Akhirnya, mereka pun ikut pulang dgn kami. gagal,adalah satu kata yang sangat membuat kami, merasa tak berarti. Dan merasa menjadi seorang pengecut. Kami pun turun menjadi seorang ‘pengecut’.

Mentari pagi mulai datang menyapa, seolah tengah menghibur, hati pada masing-masing kami yang sedang merasa kecewa. Tempat-tempat yang semalam kami lewati, yang tak terlihat sedikitpun, dan yg terlihat hanya gelap. Namun, kini, saat siang datang sangat indah terlihat. Pohon-pohon, bunga-bunga yg berwarna-warni.


Begitu indah dipandang seolah semesta tengah mengobati hati kami, bahwa datang kami ke sini tidak sia-sia. Kami menemukkan kebahagiaan lain. Kami menemukan pemandangan indah lain selain berdiri diatas puncak gunung Mahameru.



Sesampainya di Ranupani, tempat terakhir yg boleh dilewati kendaraan normal, dan sebuah tempat yg dimana semuanya diawal dengan melangkah. Lalu, kami pun naik jeep kembali, bersama rombongan lain. Pergi ke Tumpang Malang terlebih dahulu, lalu ke Stasiun Surabaya Gubeng. Dan pulang. Kembali fokus ke kehidupan darat.

Baru sampai stasiun Gubeng. Jam menunjukkan jam 23.00, yang berarti kita harus menunggu esok hari karena loket penjualan karcis belum dibuka. Mentari terbit. Kami langsung bergegas, pergi membeli tiket. Dan anjritnya, tiket kereta ke tempat kami asal pun, habis hari ini dan sampai tiga hari kedepan. Tergembelkan , mungkin itu kata yang paling cocok untuk disematkan pada kami. berangkat tampan, pulang layaknya preman. Ditambah wajah kucel dan dekil karena perjalanan yang hampir satu pekan.

Kami tidak bisa pulang, karena sisa uang kas kami, telah teranggarkan hanya untuk naik kereta. Tiket habis. Naik bis lebih mahal. Dan tak dapat naik bis jika uang yg kami pegang sedikit itu. Kami sholat dan berdoa agar bisa pulang.

Seperti julukkan kota Surabaya ini, pahlawan. Tetiba Allah SWT mengirimkan kami seorang pahlawan. Dia adalah wakil ketua Komunitas Motor GSX (jenis motor kenamaan asal jepang; Suzuki), seprovinsi Jawa Timur. Dia dihubungi oleh kakak saya yg notabene masuk juga Komunitas Motor GSX di kota padi, Karawang. Mrk saling menghubungi. Lalu, saya diajak berbincang berdua oleh beliau. Walhasil, sambil memberi nasihat dan petunjuk pulang, beliau memberikan uang, untuk ongkos kami pulang, dan kembali hidup seperti biasa kembali.

Dan kami pun pulang.

Sabtu, 04 Januari 2020

CANDI GUNUNG WUKIR CANDI KESEPIAN DIKERAMAYAN

Beban kita sekarang adalah masalah kejujuran, jujur terhadap sejarah Indonesia. tapi yang lebih memprihatinkan lagi, saat pemuda sekarang tidak lagi menghargai sejarah. Ketika sejarah itu diabaikan, itu berarti orang tidak mengenal lagi dirinya.  -Anhar Gonggong
Field Trip bersejarah bersama kenangan yang saling bergandengan dimulai ketika supir bus menginjak pedal gas, memulai perjalanan para muda-mudi mulia yang biasa disebut Mahasiswa-mahasiswi dengan kecintaanya serta rasa kagumnya terhadap sejarah. Sejarah yang seakan mulai memudar dari ingatan orang-orang seiring dengan berjalannya waktu, bagaikan seorang kekasih yang hanya indah pada masanya, kemudian terlupakan saat rasa yang sama tak lagi mampu menyatukan. Begitu pula sejarah yang mempunyai kenangan indah nanpenting bagi bangsa, namun terlupakan oleh kehedonismean bangsanya sediri yang lebih tertarik pada konten preng Atta Halilintar dan Squisy milik Ria Ricis. Hal ini lah yang membuat patah hati bagi para pengagum sejarah,
Destinasi pertama dari field trip ini berpijak di Desa Kadiluwih, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Untuk mengeksplorasi tempat bersejarah, yakni Candi Gunung Wukir yang berada di puncak gunung Wukir dengan ketinggian 359 meter dari permukaan laut. Cuaca panas yang menemani langkah untuk mengunjungi “Candi yang Kesepian, di tengah ramainya Candi Borobudur dan Candi Prambanan” membuat hati bangga bercampur sedih. Ketika pertama kali mendengar Candi Gunung Wukir, terbayang candi yang megah dengan ukiran yang indah. Namun kenyataannya Candi Gunung Wukir ini belum berbentuk candi seperti halnya candi-candi yang lain, candi ini hanya ditemukan sisa-sisanya saja yang kemudian oleh para ahli direkonstruksi seperti halnya kepingan puzzle. Hal yang sulit dari perekonstruksian kembali candi ini adalah hilang ataupun belum ditemukannya batu asli bangunan candi, sehingga mengharuskan menambah batu yang bukan aslinya demi kepentingan rekonstruksi.



Disitus Candi Gunung Wukir ini terdapat empat sisa-sisa candi, satu candi induk dengan yoni tanpa lingga di tengahnya, dan tiga candi perwara yang menemani candi induk. Disalah satu Candi perwara ini, terdapat patung sapi yang terbuat dari batu, ini menandakan bahwa Candi Gunung Wukir adalah Candi yang bercorak agama Hindu. Karena Sapi adalah binatang yang suci dalam agama Hindu, seperti yang pernah saya lihat di film Little Krishna, semua warga Vrindavan menganggap Sapi adalah hewan suci. Sedangkan Krishna sendiri adalah salah satu dewa yang dipuja oleh penganut agama Hindu, karena dianggap sebagai inkarnasi dari dewa Wisnu (salah satu dari tiga dewa utama agama Hindu).
Menurut Poerbatjaraka (orang Sunda bilang Purbacaraka dan orang Jawa bilang Purbocoroko), Candi ini diidentifikasikan sebagai candi untuk menempatkan lingga yang didirikan oleh Raja Sanjaya di bukit Sthirangga di daerah Kunjarakunja. Apabila dikaitkan anatara Candi Gunung Wukir dengan prasasti Canggal, yang berisikan tentang peringatan pendirian sebuah lingga di bukit Sthirangga untuk kebahagia manusia. Apabila benar, maka candi ini berusia cukup tua karena diterbitkan tahun 732 Masehi, merujuk pada prasasti Canggal.
Candi Gunung Wukir ini dibuat dari batu sungai, yang diperkirakan diambil dari sungai di kaki Gunung Wukir. Sungai ini bisa kalian temui apabila kalian hendak berkunjung ke situs Candi Gunung Wukir, karena sungai ini terletak di jalan utama situs Candi Gunung Wukir. Perjalanan untuk sampai ke situs bersejarah ini memakan waktu sekitar 15-20 menit, karena lokasinya yang tidak jauh dari jalan raya. Tapi ironisnya candi ini seakan kesepian karena jarang sekali para pengagum sejarah mengeksplorasinya atau bahkan sekedar mengunjunginya saja. Lebih kesepiannya lagi di sisa-sisa candi ini hanya terdapat yoni nya saja tanpa ada kekasihnya lingga, entah hilang atau masih belum ditemukan.
Candi yang bercorak Hindu ini terletak tidak jauh dari candi Borobudur yang bercorak Budha, hal ini menandakan bahwa toleransi beragama telah ada sejak jaman dahulu. Namun dewasa ini isu toleransi beragama menjadi hal yang rumit untuk dirundingkan, saya kira ini adalah efek kurangnya minat orang-orang terhadap sejarah, khususnya sejarah Indonesia. toleransi beragama juga bisa dilihat pada masa Raja Rakai pikatan, raja keenam (menurut prasasti Mantyasih) dari kerajaan Medang atau Mataram Hindu berwangsa Sanjaya, yang menikahi putri dari Samaratungga yaitu Pramodawardhani berwangsa Syailendra. Pernikahan ini berbeda agama, Rakai Pikatan beragama Hindu sedangkan istrinya Pramodawardhani beragama Budha. Kemudian setelah pernikahan, sebagai bukti cinta Rakai Pikatan membangun candi Plaosan, candi Plaosan Lor dan candi Plaosan Kidul. Candi ini bercorak Budha karena terdapat candi perwara yang berbentuk stupa, namun candi ini berrelief khas Hindu. Jadi candi ini adalah perpaduan antara Hindu dan Budha yang menggambarkan sisi toleransi yang luar biasa. Dari letaknya saja yang berdekatan antara candi bercorak Hindu dan candi bercorak Budha, bisa diambil pelajaran yang berharga, yaitu toleransi. Apalagi apabila di eksplorasi secara mendalam, mungkin akan mendapatkan banyak manfaat atau pelajaran yang dapat diambil dari candi-candi ini.
Meskipun kabut misteri yang cukup pekat masih menyelimuti tentang keberadaan Candi Gunung Wukir, namun Candi Gunung Wukir sudah pantas menjadi destinasi study tour dan juga menjadi tujuan penelitian sejarah bagi para pengagum sejarah. Karena tidak banyak para pengagum sejarah yang telah mengekplorasi atau sekedar berkunjung ke Candi Gunung Wukir ini, maka sensasi yang berbeda akan anda rasakan apabila anda telah datang ke Candi Gunung Wukir ini. Sangat jauh sekali perbedaan antara Candi Borobudur dengan Candi Gunung Wukir.

Jumat, 06 Desember 2019

Biografi M.Natsir (1908-1993)



Biografi Mohammad Natsir (1908-1993)
Disini saya mengambil tokoh Islam Indonesia yang juga salah satu tokoh Persatuan Islam (Persis) yaitu Mohammad Natsir. M.Natsir adalah salah satu tokoh pemikir di Indonesia yang luar biasa. Ia dikenal sebagai ulama, birokrat, dan tokoh politik yang memiliki gagasan dan  ide-ide cemerlang dalam kontribusinya untuk memajukan Islam dan Negara. Prestasinya yang dipandang sangat luar biasa ini semakin gmerlap ketika ia berhasil menjadi printis NKRI pada tanggal 17 Agustus 1950. Banyak sekali desertasi-desertasi maupun buku-buku yang membahas mengenai perjuangan M.Natsir, serta sumbangan-sumbangan pemikirannya. Natsir yang salama hidupnya bergelut di dunia politik dan dakwah membuat si peneliti tertarik untuk menuliskan dan menggali lebih jauh mengenai beragam gagasannya.

Mohammad Natsir lahir di Alahan Panjang, Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatra Barat. Beliau lahir pada tanggal 17 Juli 1908. Pada  20 Oktober 1934, Natsir dengan Nurmahar di Bandung. Dari pernikahan tersebut, Natsir dikaruniakan enam anak. Natsir juga diketahui menguasai berbagai bahasa, seperti Inggris, Belanda, Prancis, Jerman, Arab, dan Esperanto. Natsir juga memiliki kesamaan hobi dan memiliki kedekatan dengan Douwes Dekker, yakni bermain musik. Natsir suka memainkan biola dan Dekker suka memainkan gitar. M.Natsir juga sering berbicara bahasa Belanda dengan Dekker dan sering membicarakan music sekelas Ludwig Van Beathoven dan novel sekelas Boris Leonidovich Pasternak, Novelis kenamaan Rusia pada masa itu. Kedekatannya dengan Dekker, menyebabkan Dekker mau masuk Masyumi. Ide-ide Natsir dengan Dekker tentang perjuangan, demokrai, dan keadilan memang sejalan dengan Natsir. Ia  meninggal di Jakarta, 6 februari 1993 pada umur 84 tahun. Beliau adalah seorang ulama, politisi masyumi, dan tokoh Islam terkemuka di Indonesia. Di dalam negri Indonesia, ia pernah menjabat mentri dan perdana mentri Indonesia, sedangkan di kancah internasional, ia pernah menjabat sebagai presiden Liga Muslim se-Dunia (World Muslim Congress) dan ketua dewan Masjid se-Dunia.

                                                                                Mohammad Natsir

Perdana Mentri Indonesia ke-5
Masa jabatan 6 September 1950 – 21 Maret 1951
Presiden Soekarno, Wakil PM Hamengkubuwana IX, pendahulu Mohammad Hatta dan Abdoel Halim. Pengganti Sukiman Wirjosandjojo.

Mentri Penerangan ke 2
Masa jabatan 12 Maret 1946 – 26 Juni 1947
Presiden Soekarno, Perdana Mentri Sutan Syahrir, pendahulu Amir Sjariffudin, pengganti Setiadi.
Masa jabatan 29 Januari 1948 – 4 Agustus 1949 oleh Presiden Soekarno, Perdana mentri Mohammad Hatta, pendahulu Sjahbudin latif, pengganti Syafruddin Prawiranegara.

Mohammad Natsir lahir dan dibesarkan di Solok, sebelum akhirnya pindah ke Bandung untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA dan mempelajari ilmu Islam secara luas di Perguruan Tinggi. Beliau terjuan kedunia politik pada pertengahan 1930-an dengan bergabung di partai politik berideologi Islam. Pada 5 September 1950, ia di angkat sebagi perdana mentri Indonesia kelima. Setelah mengundurkan diri dari jabatannya pada tanggal 26 April 1951 karena berselish paham dengan Presiden Soekarno, ia semakin vokal menyuarakan kepentingan peranan Islam di Indonesia hingga membuatnya di penjarakan oleh Soekarno. Setelah dibebaskan pada tahun 1966, M.Natsir terus mengkritisi pemerintah yang saat itu telah dipimpin oleh Soeharto membuatnya dicekal.
Natsir banyak menulis tentang pemikiran Islam, juga beliau banyak bergaul dengan pemikir-pemikir Islam seperti, Agus Salim, sepanjang pertengahan 1930-an, beliau dan Salim selalu berukar pikran perihal kaitan Islam dengan Negara demi masa depan pemerintahan yang di pimpin oleh Presiden Soekarno. Ia aktif menulis di majalah-majalah Islam setelah karya tulis pertamanya diterbitkan pada tahun 1929 hingga akhir hayatnya ia telah menulis sekitar 45 buku dan ratusan karya tulis lain. Ia memandang Islam sebagai bagian tak terpisahkan dari budaya Indonesia. Ia mengaku kecewa dengan perlakuan pemerintah Soekarno dan Soeharto terhadap Islam. Pada tanggal 10 November 2008, M.Natsir dinyatakan sebagai pahlawan nasional Indonesia. M.Natsir dikenal sebagai mentri yang “Tak punya baju bagus, jasnya bertambal. Dia dikenang sebagai mentri yang tak punya rumah dan menolak hadiah mobil mewah”.

Jumat, 25 Oktober 2019

PERTAMINA

PERTAMINA

Siaran Pers

Bersama WIKA, Pertamina Kembangkan Bisnis Aspal hybrid di Indonesia

Selasa (29/10/2019), PT Pertamina (Persero) bersama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk bersama-sama pengembangan bisnis aspal hybrid di Tanah Air seiring pertuhan pangsa pasar aspal yang terus tumbuh dalam laju pembangunan infrastruktur nasional.

Penandatanganan MoU langsung dilakukan oleh Direktur Pengolahan Pertamina Rachmad Hardadi, sedang dari pihak WIKA langsung datang Direktur Utama WIKA Bintang Perbowo. MoU dilakukan di Kantor Pusat Pertamina di Jakarta, disaksikan oleh Menteri PU Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini M. Soemarno dan Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto bersama jajaran direksi dari kedua perusahaan.

Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan kapasitas produksi aspal Pertamina bisa meningkat menjadi 600.000 ton per tahun. Lalu ditambah potensi aspal alam dari WIKA sebanyak 300.000 ton per tahun. Dengan begitu kalau ditotal kapasitas produksi total aspal bisa mencapai 900.000 ton per tahun. Kapasitas tersebut setara dengan 75% kebutuhan aspal nasional.

Media Contact
Wianda Pusponegoro
VP Corporate Comunication
PT Pertamina (Persero)
0824984947
windia@pertamina.com

Jumat, 18 Oktober 2019

Upacara Rutinan, Uniga Berikan Apresiasi Prestasi Pemenang Medali Emas

Universitas Garut menggelar upacara rutin bulanan yang diikuti mahasiswa, dosen dan staf akademika Universitas Garut yang dilaksanakan di Uniga Hampor, Kamis (17/10/19). Tak hanya itu, turut hadir Kapolres Garut dan pembina upacara oleh Dandim 0611 Garut.

Rektor Uniga, Dr. Ir. H. Abdusy syakur Amin M. Eng, mengatakan Hari ini kita melaksanakan upacara rutin tiap bulannya, pada tanggal 17  kesadaran nasional dan Alhamdulillah berkesempatan hadir tentu selaku pembina upacara oleh Dandim 0611.

“ kami sudah mengundang beliau dan tidak kalah penting kita kedatangan Kapolres Garut, yang tadinya juga merencanakan Kapolres hadir bulan depan tapi karena beliau Hari ini saya senang sekali hari ini merupakan momen yang sangat membahagiakan civitas Garut karena ada 2 Forkopim Kabupaten Garut menghadiri upacara ini,” tandasnya

Dirinya menegaskan kembali komitmen seluruh Universitas Garut untuk ikut turut serta menjaga keamanan khususnya pelantikan presiden tahun tanggal 20 Oktober mendatang.

“ kami selalu terus menggelorakan Semangat cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara. komitmen kita pada Pancasila tidak kalah penting, selain itu juga tetap memberikan apresiasi kepada anak bangsa yang memiliki prestasi yang luar biasa,” ucapnya.
Dalam upacara tersebut, sekaligus memberikan apreaiasi prestasi yang diberikan krpada mahasiswa yang mempunyai prestasi di bidang Pekan Olahraga Nasional yang diserahkan di DKI Jakarta. Pada kesempatan tesebut mendapatkan 2 medali emas, 2 medali perak dan 1 perunggu.

“ berarti anak-anak Garut itu mempunyai prestasi di bidang olahraga nasional, dalam bidang yang kedua kita memberikan penghargaan kepada paduan suara Gempita Uniga yang menjadi juara 2 umum dalam paduan suara tingkat Jawa Barat dan juga tidak kalah penting kita memberikan simbolis beasiswa PPA bahwa kita ketahui bahwa pemerintah telah memberikan bantuan dalam prestasi akademik, mereka bisa lebih lancar dalam menjalankan perkuliahannya mereka,” tambah Syakur.

Hal tersebut berati pemerintah memberikan perhatian kepada para berprestasi untuk mendapatkan bantuan keuangan. Selain itu, budaya dan olahraga juga dierhatikan. “ semua ini kita perhatikan tentu saja kita memperhatikan semua elemen elemen mahasiswa dalam bermacam-macam bidang dan ini harus kita lihat jika prestasi tersebut tidak akan lancar jika negara tidak aman,” pungkasnya.

Oleh Rida Annurda