Jumat, 06 Desember 2019

Biografi M.Natsir (1908-1993)



Biografi Mohammad Natsir (1908-1993)
Disini saya mengambil tokoh Islam Indonesia yang juga salah satu tokoh Persatuan Islam (Persis) yaitu Mohammad Natsir. M.Natsir adalah salah satu tokoh pemikir di Indonesia yang luar biasa. Ia dikenal sebagai ulama, birokrat, dan tokoh politik yang memiliki gagasan dan  ide-ide cemerlang dalam kontribusinya untuk memajukan Islam dan Negara. Prestasinya yang dipandang sangat luar biasa ini semakin gmerlap ketika ia berhasil menjadi printis NKRI pada tanggal 17 Agustus 1950. Banyak sekali desertasi-desertasi maupun buku-buku yang membahas mengenai perjuangan M.Natsir, serta sumbangan-sumbangan pemikirannya. Natsir yang salama hidupnya bergelut di dunia politik dan dakwah membuat si peneliti tertarik untuk menuliskan dan menggali lebih jauh mengenai beragam gagasannya.

Mohammad Natsir lahir di Alahan Panjang, Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatra Barat. Beliau lahir pada tanggal 17 Juli 1908. Pada  20 Oktober 1934, Natsir dengan Nurmahar di Bandung. Dari pernikahan tersebut, Natsir dikaruniakan enam anak. Natsir juga diketahui menguasai berbagai bahasa, seperti Inggris, Belanda, Prancis, Jerman, Arab, dan Esperanto. Natsir juga memiliki kesamaan hobi dan memiliki kedekatan dengan Douwes Dekker, yakni bermain musik. Natsir suka memainkan biola dan Dekker suka memainkan gitar. M.Natsir juga sering berbicara bahasa Belanda dengan Dekker dan sering membicarakan music sekelas Ludwig Van Beathoven dan novel sekelas Boris Leonidovich Pasternak, Novelis kenamaan Rusia pada masa itu. Kedekatannya dengan Dekker, menyebabkan Dekker mau masuk Masyumi. Ide-ide Natsir dengan Dekker tentang perjuangan, demokrai, dan keadilan memang sejalan dengan Natsir. Ia  meninggal di Jakarta, 6 februari 1993 pada umur 84 tahun. Beliau adalah seorang ulama, politisi masyumi, dan tokoh Islam terkemuka di Indonesia. Di dalam negri Indonesia, ia pernah menjabat mentri dan perdana mentri Indonesia, sedangkan di kancah internasional, ia pernah menjabat sebagai presiden Liga Muslim se-Dunia (World Muslim Congress) dan ketua dewan Masjid se-Dunia.

                                                                                Mohammad Natsir

Perdana Mentri Indonesia ke-5
Masa jabatan 6 September 1950 – 21 Maret 1951
Presiden Soekarno, Wakil PM Hamengkubuwana IX, pendahulu Mohammad Hatta dan Abdoel Halim. Pengganti Sukiman Wirjosandjojo.

Mentri Penerangan ke 2
Masa jabatan 12 Maret 1946 – 26 Juni 1947
Presiden Soekarno, Perdana Mentri Sutan Syahrir, pendahulu Amir Sjariffudin, pengganti Setiadi.
Masa jabatan 29 Januari 1948 – 4 Agustus 1949 oleh Presiden Soekarno, Perdana mentri Mohammad Hatta, pendahulu Sjahbudin latif, pengganti Syafruddin Prawiranegara.

Mohammad Natsir lahir dan dibesarkan di Solok, sebelum akhirnya pindah ke Bandung untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA dan mempelajari ilmu Islam secara luas di Perguruan Tinggi. Beliau terjuan kedunia politik pada pertengahan 1930-an dengan bergabung di partai politik berideologi Islam. Pada 5 September 1950, ia di angkat sebagi perdana mentri Indonesia kelima. Setelah mengundurkan diri dari jabatannya pada tanggal 26 April 1951 karena berselish paham dengan Presiden Soekarno, ia semakin vokal menyuarakan kepentingan peranan Islam di Indonesia hingga membuatnya di penjarakan oleh Soekarno. Setelah dibebaskan pada tahun 1966, M.Natsir terus mengkritisi pemerintah yang saat itu telah dipimpin oleh Soeharto membuatnya dicekal.
Natsir banyak menulis tentang pemikiran Islam, juga beliau banyak bergaul dengan pemikir-pemikir Islam seperti, Agus Salim, sepanjang pertengahan 1930-an, beliau dan Salim selalu berukar pikran perihal kaitan Islam dengan Negara demi masa depan pemerintahan yang di pimpin oleh Presiden Soekarno. Ia aktif menulis di majalah-majalah Islam setelah karya tulis pertamanya diterbitkan pada tahun 1929 hingga akhir hayatnya ia telah menulis sekitar 45 buku dan ratusan karya tulis lain. Ia memandang Islam sebagai bagian tak terpisahkan dari budaya Indonesia. Ia mengaku kecewa dengan perlakuan pemerintah Soekarno dan Soeharto terhadap Islam. Pada tanggal 10 November 2008, M.Natsir dinyatakan sebagai pahlawan nasional Indonesia. M.Natsir dikenal sebagai mentri yang “Tak punya baju bagus, jasnya bertambal. Dia dikenang sebagai mentri yang tak punya rumah dan menolak hadiah mobil mewah”.

Jumat, 25 Oktober 2019

PERTAMINA

PERTAMINA

Siaran Pers

Bersama WIKA, Pertamina Kembangkan Bisnis Aspal hybrid di Indonesia

Selasa (29/10/2019), PT Pertamina (Persero) bersama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk bersama-sama pengembangan bisnis aspal hybrid di Tanah Air seiring pertuhan pangsa pasar aspal yang terus tumbuh dalam laju pembangunan infrastruktur nasional.

Penandatanganan MoU langsung dilakukan oleh Direktur Pengolahan Pertamina Rachmad Hardadi, sedang dari pihak WIKA langsung datang Direktur Utama WIKA Bintang Perbowo. MoU dilakukan di Kantor Pusat Pertamina di Jakarta, disaksikan oleh Menteri PU Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini M. Soemarno dan Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto bersama jajaran direksi dari kedua perusahaan.

Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan kapasitas produksi aspal Pertamina bisa meningkat menjadi 600.000 ton per tahun. Lalu ditambah potensi aspal alam dari WIKA sebanyak 300.000 ton per tahun. Dengan begitu kalau ditotal kapasitas produksi total aspal bisa mencapai 900.000 ton per tahun. Kapasitas tersebut setara dengan 75% kebutuhan aspal nasional.

Media Contact
Wianda Pusponegoro
VP Corporate Comunication
PT Pertamina (Persero)
0824984947
windia@pertamina.com

Jumat, 18 Oktober 2019

Upacara Rutinan, Uniga Berikan Apresiasi Prestasi Pemenang Medali Emas

Universitas Garut menggelar upacara rutin bulanan yang diikuti mahasiswa, dosen dan staf akademika Universitas Garut yang dilaksanakan di Uniga Hampor, Kamis (17/10/19). Tak hanya itu, turut hadir Kapolres Garut dan pembina upacara oleh Dandim 0611 Garut.

Rektor Uniga, Dr. Ir. H. Abdusy syakur Amin M. Eng, mengatakan Hari ini kita melaksanakan upacara rutin tiap bulannya, pada tanggal 17  kesadaran nasional dan Alhamdulillah berkesempatan hadir tentu selaku pembina upacara oleh Dandim 0611.

“ kami sudah mengundang beliau dan tidak kalah penting kita kedatangan Kapolres Garut, yang tadinya juga merencanakan Kapolres hadir bulan depan tapi karena beliau Hari ini saya senang sekali hari ini merupakan momen yang sangat membahagiakan civitas Garut karena ada 2 Forkopim Kabupaten Garut menghadiri upacara ini,” tandasnya

Dirinya menegaskan kembali komitmen seluruh Universitas Garut untuk ikut turut serta menjaga keamanan khususnya pelantikan presiden tahun tanggal 20 Oktober mendatang.

“ kami selalu terus menggelorakan Semangat cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara. komitmen kita pada Pancasila tidak kalah penting, selain itu juga tetap memberikan apresiasi kepada anak bangsa yang memiliki prestasi yang luar biasa,” ucapnya.
Dalam upacara tersebut, sekaligus memberikan apreaiasi prestasi yang diberikan krpada mahasiswa yang mempunyai prestasi di bidang Pekan Olahraga Nasional yang diserahkan di DKI Jakarta. Pada kesempatan tesebut mendapatkan 2 medali emas, 2 medali perak dan 1 perunggu.

“ berarti anak-anak Garut itu mempunyai prestasi di bidang olahraga nasional, dalam bidang yang kedua kita memberikan penghargaan kepada paduan suara Gempita Uniga yang menjadi juara 2 umum dalam paduan suara tingkat Jawa Barat dan juga tidak kalah penting kita memberikan simbolis beasiswa PPA bahwa kita ketahui bahwa pemerintah telah memberikan bantuan dalam prestasi akademik, mereka bisa lebih lancar dalam menjalankan perkuliahannya mereka,” tambah Syakur.

Hal tersebut berati pemerintah memberikan perhatian kepada para berprestasi untuk mendapatkan bantuan keuangan. Selain itu, budaya dan olahraga juga dierhatikan. “ semua ini kita perhatikan tentu saja kita memperhatikan semua elemen elemen mahasiswa dalam bermacam-macam bidang dan ini harus kita lihat jika prestasi tersebut tidak akan lancar jika negara tidak aman,” pungkasnya.

Oleh Rida Annurda